60 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini


Agen Asuransi Jiwa

Seorang Agen Asuransi Jiwa tentu nya akan memberikan sebuah konsep Asuransi Jiwa yang  merupakan salah satu bentuk perencanaan terhadap mempertahankan financial keuangan keluarga calon nasabah nya dengan premi yang terjangkau dan manfaat yang optimal. Banyak cara dan banyak pula tujuan dalam menentukan konsep asuransi jiwa, yang sedang terkenal pada saat ini adalah konsep Family Protection, Estate Planning, & Paper Asset yang diterapkan dari ilmu dasar asuransi jiwa.

Pada dasar nya Asuransi Jiwa merupakan dari perencanaan keuangan yaitu, proses mencapai tujuan hidup seseorang melalui management keuangan secara terintregasi dan terencana.

Ada beberapa cara dalam menentukan kebutuhan uang pertanggungan Asuransi Jiwa yang ideal, dianatara nya dengan metode pendekatan sistematik yaitu Multiple Approach atau Pendekatan Terhadap Pendapatan Klien, Need Approach atau Pendekatan Terhadap Kebutuhan Tanggungan, & Capital Needs Approach atau Pendekatan Terhadap Kebutuhan Modal.

Pendekatan Sistematik Dalam Memiliki Polis Melalui Agen Asuransi Jiwa Sesuai Kebutuhan Anda

  • Multiple Approach atau Pendekatan Terhadap Pendapatan Klien

Mengganti potensi pendapatan yang hilang mulai dari sekarang sampai dengan masa pensiun, dalam metode ini uang pertanggungan di hitung berdasarkan nilai ekonomis ( human life value ) berdasarkan besar nya pendapatan/pengeluaran bulanan klien dikalikan dengan lama nya kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa tersebut dibutuhkan misal nya sampai dengan masa pensiun dengan usia harapan hidup 85 tahun. Sedangkan asset – asset klien yang sudah ada tidak diperhitungkan kembali dan dengan asumsi hasil investasi kedepan tetap sama atau konstan.

Sebagai contoh perhitungan Agen Asuransi Jiwa nya sebagai berikut :

Seorang Nasabah berusia 30 tahun memiliki biaya hidup perbulan sebesar Rp. 10 Jt perbulan atau Rp. 120 Jt Pertahun, maka masa pertanggungan yang dibutuhkan adalah selama 55 Tahun dari sekarang sampai dengan masa pensiun selesai. Jadi uang pertanggungan asuransi jiwa ideal yang dibutuhkan sebesar Rp. 120 Jt pertahun X 55 Tahun Masa Pertanggungan = 6,6 Milyar

Multiple Approach

  • Need Approach atau Pendekatan Terhadap Kebutuhan Tanggungan

Menyediakan biaya kebutuhan hidup ahli waris untuk jangka waktu tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk mempertahankan standar hidup keluarga yang ditinggalkan dengan memasukkan polis asuransi yang sudah dimiliki, memperhitungkan tingkat inflasi, dan aset likuid yang dimiliki oleh tertanggung. Dengan pendekatan ini, nilai uang pertanggungan yang dibutuhkan dihitung berdasarkan nilai perlindungan dari survival (survival based value). Di sini, besarnya kewajiban yang harus dilindungi (dibayar) serta kekurangan dari penghasilan (income) yang harus ditutupi sampai survival dapat bekerja secara penuh harus dihitung. Penghasilan yang harus dipenuhi meliputi selisih dari penghasilan yang ditinggalkan (suami/istri) dikurangi dengan biaya hidup kelak yang harus dikeluarkan.

Sebagai contoh perhitungan nya sebagai berikut :

  • Capital Needs Approach atau Pendekatan Terhadap Kebutuhan Modal

Menyediakan biaya kebutuhan hidup ahli waris berasal dari Bunga/Hasil Investasi lain nya dari suatu modal yang cukup besar, misalnya seperti Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa di kelola dengan cara di depositokan yang mana hasil bunga dari deposito tersebut untuk kebutuhan biaya hidup ahli waris nya. Jadi, tanggungan hanya menggunakan hasil investasinya saja. Jika kebutuhan sudah tercukupi maka modal pokoknya dapat diwariskan. Dengan metode ini, kebutuhan asuransi (nilai proteksi atau nilai perlindungan) dihitung berdasarkan besarnya kebutuhan bulanan yang dibutuhkan dan besarnya dana tunai yang dibutuhkan apabila dana tersebut ditempatkan ke dalam instrumen investasi bebas risiko (risk free asset) yang dapat memberikan penghasilan yang cukup untuk menutupi kebutuhan bulanan.

Sebagai contoh perhitungan nya sebagai berikut :

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save