4 tempat di mana Jokowi menerima magang

Joko Widodo (Jokowi) adalah anak dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi. Dia adalah anak tertua dari empat bersaudara.

Pria kelahiran 59 tahun lalu di Surakarta ini secara tak terduga menjadi Presiden Republik Indonesia untuk dua periode, yakni 2014-2019 dan 2019-2024.

Baca juga: Jokowi Dorong ITS Jadi Yang Terdepan dalam Pengembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan

Sebagai seorang anak, Jokowi mengalami banyak lika-liku dalam hidupnya.

Namun, ia masih bertahan berdagang, mengambil payung, dan menjadi kuli untuk mencari uang untuk keperluan sekolah dan jajanan sehari-hari.

Untuk menjadi orang sukses, bahkan menjadi orang nomor satu di Indonesia, Jokowi sangat serius dan fokus pada dunia pendidikan.

Berdasarkan rangkuman Kompas.com, Sabtu (16 Januari 2020), pendidikan Jokowi dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) berada di Solo. Kemudian melanjutkan studi di Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran
Pendidikan Utama

Pada pelatihan dasarnya tahun 1973, Jokowi bersekolah di SD Negeri 112 Tirtoyoso.

Sekolah ini berlokasi di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Sekolah dasar Jokowi dikenal kelas menengah ke bawah.

Jokowi tidak pernah menyerah dengan pembatasan sekolah dasar. Dia melanjutkan perdagangannya untuk mendapatkan uang untuk perlengkapan sekolah dan uang saku sehari-hari.

Saat teman-teman SD naik sepeda ke sekolah, Jokowi melanjutkan dengan jalan kaki.

Baca juga: Jokowi: Indonesia Butuh Talenta untuk Lulusan UGM
pendidikan sekolah menengah

Setelah lulus SD, Jokowi masuk SMP Negeri 1 Surakarta pada tahun 1976. Sekolah tersebut berlokasi di 4 Jalan MT Haryono, Surakarta, Jawa Tengah.

Menurut situs SMP Negeri 1 Surakarta, saat ini direktur SMP yang dijabat Jokowi adalah Sutarmo.

Luas tanah dan bangunan SMP Negeri 1 Surakarta masing-masing adalah 12.940 meter persegi dan 5.938,57 meter persegi.

Jumlah kelas di SMP Negeri 1 Surakarta adalah 29 kelas.

Jumlah siswa 890 orang, terdiri dari 304 siswa di Kelas VII, 270 siswa di Kelas VIII dan 316 siswa di Kelas IX.
Pendidikan sekolah menengah

Setamat SMP, Jokowi ingin masuk SMA Negeri 1 Surakarta tahun 1980. Namun tidak berhasil dan mengantarkannya belajar pedagogi di SMA Negeri 6 Surakarta.

Menurut data situs sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah SMA Negeri 6 Surakarta berdiri di atas lahan seluas 37.640 meter persegi. Dari segi jumlah guru ada 62 orang.

Ada 1.142 siswa di sekolah ini, 442 laki-laki dan 700 perempuan.

Baca juga: Sudah Divaksinasi, Ahli Epidemiologi UGM: Risiko Covid-19 Berat Rendah

Sekarang ada 33 kelas, 5 di antaranya laboratorium dan 2 perpustakaan.

Narman saat ini adalah kepala sekolah SMA Jokowi.
pendidikan Universitas

Setelah lulus dari SMA Negeri 6 Surakarta, Jokowi diterima di Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ini karena kemampuan akademisnya.

Saat website UGM dimulai, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) UGM berlokasi di Bulakusumur, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Saat ini Rektor UGM adalah Panut Mulyono.

Sebelum memperoleh gelar sarjana teknik dari UGM. Jokowi menyelesaikan disertasinya dengan judul “Studi Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Penggunaan Akhir Di Kota Surakarta”.

Dari situ, Jokowi menggunakan ilmu kuliahnya untuk mengetahui struktur kayu, kegunaannya dan teknologinya.

Pada akhirnya, ia bertekad untuk bekerja di industri kayu. Perusahaan pertama yang ia dirikan adalah CV Rakabu.

Selama kuliah di UGM, Jokowi aktif sebagai anggota Mapala Silvagama, sebuah organisasi semi-otonom di fakultas kehutanan UGM.

Sebagian besar aktif di bidang pecinta alam dan konservasi alam.

LIHAT JUGA :

https://ngelag.com/
https://newsinfilm.com/
https://pengajar.co.id/
https://rumusguru.com/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://timeisillmatic.com/
https://boutiquevestibule.com/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/